Ahlan Wa Sahlan Saudara/Saudariku...


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Rabu, 11 Januari 2012

KAKTUS DAN ULAT


   Seorang lelaki memohon kepada Allah agar diberikan BUNGA dan KUPU-KUPU. Namun Allah memberikannya KAKTUS dan ULAT. Lelaki ini sedih, tidak paham mengapa pemberian-Nya berbeda daripada permintaannya. Kemudian dia berpikir bahwa Allah mempunyai terlalu banyak umat yang harus diurus dan dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya. Lelaki ini kemudian menaruh ulat dan kaktus tersebut di pekarangan rumahnya
     Selepas beberapa waktu, lelaki ini memikirkan kembali permohonan doanya yang telah lama dilupakannya kemudian ia pun pergi ke pekarangan rumahnya. Lelaki ini amat terperanjat ketika melihat dari pohon KAKTUS yang buruk dan berduri itu tumbuh BUNGA yang cantik. Dan dari ULAT yang terselubung, telah bertukar menjadi KUPU-KUPU yang cantik. 
      Allah selalu melakukan perkara yang benar. Cara Allah selalu cara yang terbaik, walaupun kelihatan semuanya salah. Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan. Akan tetapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Jika kita memohon seseuatu dan menerima yang lain dari Allah, PERCAYALAH... Itulah sesuatu yang kita butuhkan untuk mencapai apa yang kita inginkan!

      Allah tidak akan gagal memenuhi permintaan, teruskan berdo'a tanpa ragu dan mengeluh. DURI hari ini akan menjadi BUNGA di hari esok. Allah memberikan pilihan terbaik kepada mereka yang menyerahkan ketentuan kepadaNya.

Wahai sahabat semua, itulah peraturan Allah SWT yang tidak memberi apa yang kita harapkan, akan tetapi dia memberikan apa yang kita perlukan. Kadang kita terasa sedih, kecewa, terluka dan kecil hati, tetapi jauh di atas sana, segalanya telah Dia aturkan yang terbaik dalam kehidupan kita. PERCAYALAH!
Percayalah akan janji-janji Allah SWT kepada orang-orang yg beriman. 
      ''Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tdk ada Tuhan selain Engkau. Engkaulah yg menjadikan aku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di dalam genggaman-Mu dan di dalam perjanjian setia beriman dan taat kepada-Mu sekuat mampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah ku lakukan. Aku mengakui atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku mengaku segala dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau". 
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin...


Sumber::
a Friend of Facebook

Jumat, 10 Juni 2011

Cita - Cita Kita adalah Kesempatan Kita...

ANAK ELANG
oleh Tom Reilley




Ketangguhan dari anak-anak elang tergantung pada setiap kata yang disampaikan Elang Besar saat menggambarkan hal-hal luar biasa yang telah dilakukannya. Ini adalah hari yang penting bagi anak-anak elang itu. Mereka bersiap untuk terbang sendirian dari sarang mereka untuk pertama kalinya. Ini merupakan hal yang membangun rasa percaya diri yang dibutuhkan oleh sebagian besar dari mereka untuk memenuhi takdir.

“Seberapa jauh aku bisa pergi?” Tanya seekor anak elang.

“Seberapa jauh kau bisa melihat?” jawab elang yang sudah berpengalaman.

“Seberapa tinggi aku bisa terbang?” Tanya anak elang kecil.

“Seberapa jauh kau bisa mengembangkan sayap-sayapmu?” Tanya elang tua.

“Seberapa lama aku bisa terbang?” anak elang itu bersikeras.

“Seberapa jauh kaki langit itu?” sang mentor mengajukan pertanyaan lagi padanya.

“Sebaiknya seberapa banyak impianku?” Tanya anak elang itu.

“Seberapa banyak kau bisa bermimpi?” ujar elang yang lebih dewasa,lebih bijaksana, sambil tersenyum.

“Seberapa banyak yang bisa kuraih?” lanjut elang kecil itu.

“Seberapa besar kau bisa percaya?” tantang elang dewasa.

Putus asa dengan olok-olok tersebut,anak elang itu mendesak, “Mengapa kau tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanku?.

“Aku sudah menjawabnya.”

“Ya. Tapi kau menjawabnya dengan pertanyaan-pertanyaan.”

“Aku menjawabnya dengan jawaban terbaik yang bisa kuberikan”.

“Tapi kau adalah Elang Berpengalaman. Seharusnya kau tau segalanya. Jika kau tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, lalu siapa yang bisa menjawabnya?”

“Kau.” Ujar elang tua itu meyakinkan.

“Aku?” Bagaimana mungkin?” anak elang itu bingung.

“Tidak ada yang bisa memberitahumu seberapa tinggi kau terbang atau seberapa banyakkau bermimpi. Jawabannya akan berbeda pada masing-masing elang. Hanya Tuhan dank au sendiri yang tahu seberapa jauh kau akan pergi. Tidak ada satu makhlukpun di muka bumi ini yang mengetahui kekuatanmu atau apapun yang ada dalam hatimu. Kau sendiri yang akan menjawabnya. Satu-satunya hal yang membatasi dirimu adalah batasan dari imajinasimu”.

Anak elang itu bingung dengan jawaban yang diberikan ini, kemudian bertanya, “Apa yang sebaiknya aku lakukan?”

“Pandanglah kaki langit, kembangkan sayapmu, dan terbanglah.”.

(sumber : Mac Anderson, The Power of Attitude, 2010)

Jumat, 08 April 2011

SEBUAH JAWABAN PENUH MAKNA



Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun.
Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita– cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ..?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi
dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan
menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".


"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso".


Sumber: facebook/group pecinta kisah nyata, kisah motivator dan kisah renungan.

NO BODY's PERFECT...


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?” Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan pasangan, suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll, karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Manfaat positif dari continuous relationship mungkin sekali jauh lebh besar ketimbang kekecewaan masa lalu. Nobody’s perfect. Belajarlah menulis di atas pasir.

Source : http://aslamiyah.cybermq.com/post/detail/9592/maafkan-dan-lupakan

Rabu, 09 Februari 2011

INSTALL CINTA KASIH


Customer Service (CS) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P)                : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda  memandu saya menyelesaikan prosesnya?


CS    : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P       : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?


CS    : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?
P       : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara    program-program tersebut aktif?


CS     : Program apa saja yang sedang aktif?
P        : Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE,  DENDAM.EXE dan BENCI.COM.


CS     : Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa  program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut  PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?
P       : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?


CS    : Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.
P       : OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?


CS     : Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI  anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
P        : Ya. Apakah sudah selesai terinstal?


CS     : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.
P        : Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?


CS      : Apa pesannya?
P         : “ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT”. apa artinya?


CS      : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan  pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-”CINTA-KASIH”-i mesin anda sendiri sebelum men-”CINTA-KASIH”-i orang lain.
P         : Lalu apa yang harus saya lakukan?


CS      : Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?
P         : Ya, sudah.


CS      : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART” MEMAAFKAN DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.
P         : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan  bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?


CS       : Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH  telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.
P          : Apa?



CS        : CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

*************************************
Source : http://www.forumbebas.com/archive/index.php/thread-43351.html

Minggu, 23 Januari 2011

HAKiKAT CINTA DAN PERKAWINAN




Suatu hari Plato bertanya kepada Gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta."

Plato pun berjalan, dan tak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru ku sadari bahwasanya ranting-ranting yang ku temukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatang pun pada akhirnya."

Gurunya kemudian menjawab, "Jadi, ya itulah cinta."

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab, "Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan."

Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajahi hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya."

Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan."

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.

Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan.. tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali.

Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.

Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.


**************************


Source : http://www.dudung.net/artikel-bebas/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato.html

Selasa, 18 Januari 2011

Apa itu Cinta ?


Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita

Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dengan dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.

Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan, penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.


********************
 Source : http://ellawutari.multiply.com/notes/item/1

Minggu, 09 Januari 2011

Tuhan, Jadikan Aku Sebuah Televisi!!!



Seorang guru dari sekolah dasar meminta murid2nya untuk membuat sebuah essay tentang apa yang ingin Tuhan lakukan untuk mereka. Pada hari akhir, saat menandai essay, dia membaca salah satu essay yang membuatnya sangat emosional. suaminya yang baru saja masuk, melihat istrinya menangs dan bertanya "apa yang terjadi ?"

dia menjawab "baca ini, salah satu essay dari muridku" .

"oh tuhan malam ini aku memohon kepadaMu sesuatu yang sangat spesial, buatlah aku menjadi TV. aku ingin mengambil tempat dan hdup seperti TV dirumahku. mempunyai tempat yang istimewa dan ada keluarga yang selalu ada di sekelling AKU.

menjadi serius ketika aku Berbicara. aku ingin menjadi pusat perhatian dan didengarkan tanpa ada interupsi atau pertanyaan. aku ingin menerima perlakuan khusus yang sama seperti TV sekalipun itu rusak. menemani ayahku saat dia baru pulang kerja bahkan saat dia kelelahan. dan aku mau ibuku menginginkanku saat dia sedih dan bingung, bukannya malah mengabaikanku. dan aku ingin sodara2ku berjuang untuk bersamaku.

aku ingin merasakan keluargaku meninggalkan masalah, sekarang dan nanti hanya untuk menghabskan waktu bersamaku. and at last but not least, memastikan bahwa aku bisa membuat mereka semua senang dan ceria.

Tuhan aku tidak banyak memnta, aku hanya ingin hidup seperti TV"


Pada saat it suaminya berkata , "oh Tuhan, anak yang malang. Orang tuanya sangat mengecewakan!"

Istrinya menatapnya dan berkata , "essay ini adalah milik anak kita !!

*********************************************
Dari dialog ayah di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kita dapat dengan sangat mudah menyalahkan orang lain / mencari kesalahan orang lain... tanpa perlu melihat kesalahan yang telah kita lakukan...

Kita dengan sangat  mudah pula melupakan kesalahan yang telah kita lakukan ...


"Koreksi dulu kesalahan diri sendiri sebelum mengoreksi kesalahan orang lain..."



Source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4517285

Rabu, 01 Desember 2010

BERBAGI CINTA....!!

Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk materia lainnya. Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan

Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina.

“Nina, apa yang anakku mau sayang” begitu ayah saya membuka percakapan.

“Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru? Atau apa nak? tambah ayah saya.

“Nggak ah… ntar om marah” jawab Nina.

“nggak sayang, om tidak akan marah” ayah saya menimpali.

“Nggak ah… ntar om marah” Nina mengulang jawabannya.

Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, “ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang”

“Tapi janji ya om tidak marah” jawab Nina manja. “Om janji tidak akan marah sayang” tegas ayah saya.

“Bener om tidak akan marah” sahut Nina agak ragu. Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah

Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. “Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah’ pikir ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan

“ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak.”

Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata;

“bener ya om tidak marah.”

Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya

“om, boleh nggak saya memanggil ayah” Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan

“tentu anakku.. tentu anakku… mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om”

Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata “terima kasih ayah… terima kasih ayah…

Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina

“anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?”

“Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah” sergah Nina.

“Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih.” Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon

“nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?”

Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; “buat apa foto itu nak?”

Tanpa ragu Nina menjawab “Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.” Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.





*****************************************************

Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.


source:
http://www.facebook.com/group.php?gid=118291638217598

Jumat, 19 November 2010

TERSENYUMLAH...

                                                                               
Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat !

Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka...tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu lain, yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum.
............. Sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang.

Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.
Angankan apa yang engkau ingin angankan...
Pergilah kemana engkau ingin pergi....
Jadilah seperti yang engkau kehendaki.

Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum.
Cukup pencobaan untuk membuatmu kuat.
Cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi.
Dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu.
Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu.

Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah saat-saat yang indah ..

HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA. 

source:
http://www.facebook.com/group.php?gid=118291638217598

Sabtu, 02 Oktober 2010

Motivation Stories #1 >> 5_Ekor MonkeYs

5_Ekor MonkeYs



Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.
Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.

Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik …
Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya…..
Renungan

==================
Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?
Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.

Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X … lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?

Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.
Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.


Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.

Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.
Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-2 kaya ?” Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.
Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?

Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

" Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda. "

Sumber : resensi.net

Jumat, 01 Oktober 2010

Motivation Stories #1 >> 4_LiLin

4 _LILIN



Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!